Tanah Lot Art & Food Festival #6
Tanah Lot Art & Food Festival #6
Tanah Lot, salah satu destinasi wisata ikonik di Bali, kembali menjadi pusat perhatian dengan digelarnya Tanah Lot Art & Food Festival #6 yang berlangsung pada 22–25 Agustus 2025. Festival budaya dan kuliner yang rutin digelar setiap tahun ini menghadirkan pengalaman istimewa bagi para pengunjung, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Dengan durasi lima hari penuh, acara ini bukan hanya sekadar pesta seni dan makanan, tetapi juga menjadi ajang pelestarian tradisi, promosi pariwisata, serta ruang kreatif bagi pelaku UMKM dan seniman lokal.
Daya tarik utama festival ini
Salah satu daya tarik utama festival ini adalah parade gebogan yang digelar saat matahari terbenam. Tradisi gebogan, yaitu persembahan buah-buahan dan bunga yang ditata menjulang indah, menjadi simbol syukur masyarakat Bali kepada Sang Hyang Widhi. Dipentaskan dengan latar belakang siluet Pura Tanah Lot yang megah, parade ini menciptakan suasana sakral sekaligus menawan yang sulit ditemukan di tempat lain. Tak hanya itu, pertunjukan Okokan – alat musik tradisional khas Tabanan – juga ikut meramaikan suasana dengan dentuman ritmis yang memikat hati para penonton.
Selain seni pertunjukan, festival ini juga menonjolkan sisi kuliner melalui kehadiran 37 stan UMKM yang menawarkan aneka makanan, minuman, dan produk kreatif lokal. Yang paling istimewa, di area Klinik Kuliner, pengunjung bisa menemukan sajian tradisional Bali yang kini sudah jarang ditemui, seperti Penyon (lawar basah dengan bumbu khas) dan Serapah (olahan berbahan dasar daging dengan rempah kuat). Kehadiran menu-menu langka ini bukan hanya menggugah selera, tetapi juga menjadi bentuk nyata upaya pelestarian resep kuliner Bali agar tidak hilang ditelan zaman.
Tahun ini, festival mengangkat tema “Prayajana Samudrasya Adiswara”, yang berarti persembahan kepada kekuatan samudra sebagai sumber kehidupan. Tema ini dipilih untuk menekankan pentingnya menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan budaya, khususnya dalam konteks Bali sebagai pulau yang dikelilingi laut. Melalui tema tersebut, festival ingin menyampaikan pesan spiritual bahwa laut tidak hanya menjadi sumber rezeki, tetapi juga bagian dari kehidupan yang harus dihormati dan dijaga bersama.
Tak berhenti di situ, festival juga menghadirkan hiburan rakyat, pameran seni, hingga penampilan seniman lokal yang semakin memperkaya atmosfer acara. Bagi wisatawan, ini adalah kesempatan sempurna untuk merasakan Bali dalam bentuk yang paling autentik: memadukan keindahan panorama alam, kekayaan seni budaya, dan cita rasa kuliner tradisional.
Food Festival
Lebih dari sekadar perayaan, Tanah Lot Art & Food Festival #6 juga menjadi bukti nyata sinergi antara budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Kehadiran UMKM memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat, sementara promosi kuliner langka menjaga keberlanjutan warisan kuliner Bali. Dengan penyelenggaraan yang konsisten setiap tahun, festival ini semakin memperkokoh posisi Tanah Lot tidak hanya sebagai destinasi wisata spiritual dan alam, tetapi juga sebagai pusat apresiasi budaya dan kuliner.
Melalui festival ini, para pengunjung diajak untuk tidak sekadar menikmati hiburan, tetapi juga memahami filosofi kehidupan masyarakat Bali yang selalu menjunjung tinggi keseimbangan antara manusia, alam, dan spiritualitas. Bagi siapa pun yang hadir, pengalaman lima hari di Tanah Lot Art & Food Festival bukan hanya meninggalkan kenangan indah, tetapi juga menumbuhkan rasa kagum terhadap kekayaan tradisi yang dimiliki Pulau Dewata.

Posting Komentar