Korban kapal tenggelam di Selat Bali
JEMBRANA – Duduk di atas pasir Pantai Pebuahan, matanya menatap kosong ke arah lautan yang tak berujung. Ni Komang Wiardani (46), seorang ibu asal Jembrana, hanya bisa memeluk harapan tipis bahwa suaminya, I Komang Surata (55), akan kembali dalam keadaan selamat. Air matanya jatuh tanpa henti, seakan menyatu dengan debur ombak yang menghempas karang, Jumat 4 Juli 2025.
Komang Surata adalah salah satu dari puluhan penumpang kapal KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali beberapa hari lalu. Sejak kejadian naas itu, belum ada kabar pasti mengenai keberadaan dirinya. Di tengah ketidakpastian dan rasa cemas yang membuncah, Wiardani bersama dua keluarga korban lainnya tetap berpegang teguh pada harapan dan spiritualitas yang mereka yakini.
Di hari kedua proses pencarian oleh Basarnas dan tim gabungan, Wiardani melakukan ritual matur piuning dan nunas baos di Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara. Dalam keyakinan masyarakat Bali, ritual ini dilakukan untuk memohon petunjuk dari alam atau roh leluhur, khususnya dalam menghadapi kondisi genting seperti saat ini.
“Dalam petunjuk nunas baos, saya melihat suami saya masih berada di tengah laut. Beliau masih hidup, meski kondisinya mulai lemah,” ucap Wiardani dengan suara bergetar. “Saya mohon kepada alam semesta, kepada Tuhan, agar suami saya segera ditemukan dalam keadaan selamat.”
Harapan itu tetap ia peluk erat, meski kenyataan di lapangan masih membisu. Belum ada informasi resmi dari pihak berwenang tentang nasib suaminya, dan waktu terus berjalan. Namun bagi Wiardani, selama belum ada kabar buruk, ia percaya suaminya masih bertahan.
“Setiap detik sangat berarti. Saya tahu suami saya orang yang kuat. Saya yakin, ia sedang berjuang untuk kembali ke kami,” tambahnya sambil mengusap air mata.
Peristiwa ini bukan hanya meninggalkan duka bagi keluarga korban, tetapi juga menggugah hati banyak orang. Doa-doa terus mengalir dari berbagai penjuru, semoga mereka yang hilang segera ditemukan dan keluarga diberi kekuatan dalam menghadapi cobaan ini.
Sumber : tribunbali.com

Posting Komentar