Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan perubahan iklim makin parah
Markas PBB - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan perubahan iklim makin parah. Dia juga memperingatkan dunia menuju kerusakan dan mendesak untuk keluar dari krisis iklim.
![]() |
| Perubahan iklim |
“Hari ini saya dapat melaporkan secara resmi bahwa kita baru saja mengalami satu dekade panas yang mematikan. Sepuluh tahun terpanas yang pernah tercatat telah terjadi dalam sepuluh tahun terakhir, termasuk 2024,” ujar Guterres dalam pesan tahun barunya, sebagaimana dilansir AFP, Senin (30/12/2024).
Perubahan iklim adalah perubahan kondisi cuaca dan suhu Bumi dalam jangka waktu lama, yang disebabkan oleh faktor-faktor alami dan manusia. Berikut beberapa aspek penting tentang perubahan iklim:
Penyebab Perubahan Iklim
1. *Pembakaran bahan bakar fosil* (minyak, batu bara, gas): Menghasilkan gas rumah kaca (GRK) seperti karbon dioksida (CO2) dan metana (CH4).
2. *Deforestasi*: Penggundulan hutan menyebabkan hilangnya penyerap CO2 alami.
3. *Aktivitas industri*: Proses industri seperti produksi semen dan baja menghasilkan GRK.
4. *Pertanian*: Penggunaan pestisida dan pupuk kimia meningkatkan emisi GRK.
Dampak Perubahan Iklim
1. *Peningkatan suhu global*: Meningkatkan frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem.
2. *Perubahan pola cuaca*: Mengubah musim, curah hujan, dan kekeringan.
3. *Kenaikan permukaan laut*: Mengancam wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
4. *Perubahan ekosistem*: Mengancam keanekaragaman hayati dan ekosistem.
5. *Dampak sosial-ekonomi*: Mengancam keamanan pangan, air, dan kesehatan masyarakat.
Tanda-tanda Perubahan Iklim
1. *Peningkatan suhu*: Suhu global meningkat 1°C sejak era pra-industri.
2. *Kenaikan permukaan laut*: Meningkat 15-20 cm sejak tahun 1900.
3. *Perubahan pola cuaca*: Badai, banjir, kekeringan, dan gelombang panas meningkat.
4. *Pengurangan es kutub*: Es kutub mencair dengan cepat.
Upaya Mengatasi Perubahan Iklim
1. *Mengurangi emisi GRK*: Menggunakan energi terbarukan (surya, angin, hidro).
2. *Menghijaukan kembali*: Menanam pohon dan mengembangkan hutan.
3. *Menggunakan teknologi hijau*: Mengembangkan teknologi efisiensi energi.
4. *Mengubah perilaku*: Mengurangi konsumsi energi, mengurangi sampah, dan menggunakan transportasi umum.
5. *Kerja sama internasional*: Mengikuti perjanjian seperti Perjanjian Paris (2015).
Penting untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam mengatasi perubahan iklim.
“Ini adalah kerusakan iklim secara langsung. Kita harus keluar dari jalan menuju kehancuran ini dan kita tidak boleh menyia-nyiakan waktu,” sambungnya.
Sumber Informasi
1. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC)
2. Organisasi PBB untuk Lingkungan Hidup (UNEP)
3. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
4. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Indonesia
^ #PerubahanIklim #PBB #AntonioGuterres #SuhuPanas
Penulis: Danur Lambang Pristiandaru
Kreatif: Rahma Tika
Produser: Larissa Huda
Posted @sesetanpost @balimedia123 • @kompascom

Posting Komentar