Memahami Apa Itu Puncak Pandemi

Table of Contents
KOMPAS.com - Setelah ditetapkan sebagai pandemi global oleh WHO selama lebih dari satu bulan lalu, wabah virus corona masih terus menyebar.

Memahami Apa Itu Puncak Pandemi

Kasusnya sudah menginfeksi lebih dari 2 juta orang.
Selama hampir 4 bulan sejak virus corona jenis baru terdeteksi di Wuhan, China, pada akhir 2019, berbagai istilah muncul soal pandemi ini.

Tidak jarang istilah-istilah yang digunakan dipahami secara berbeda sehingga berpengaruh terhadap implementasi langkah yang dilakukan.

Beberapa istilah yang sering digunakan seperti pengujian massal, jumlah kasus, hingga angka kematian.

Istilah-istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan situasi yang sangat berbeda. 

Orang-orang mulai mencari apa yang terjadi serta membandingkan kondisi virus corona di negaranya dengan negara lain yang telah lebih lama terpapar virus ini.

Kasus yang terkonfirmasi
Beberapa waktu terakhir, Amerika Serikat mendapatkan sorotan karena kasus infeksi virus corona di negara itu telah melebihi China.

Demikian pula dengan beberapa negara Eropa seperti Spanyol dan Perancis.

Namun, ada ketidakpastian tentang apakah jumlah kasus ini menggambarkan keadaan sesungguhnya. 

Masing-masing negara memiliki variasi dalam pengujian virus dan cara melaporkan jumlah kasus.

Para ahli mengatakan, sebagian besar infeksi justru tidak terdeteksi.

Jadi, perhitungan nasional yang dipublikasikan adalah gambaran kasar yang tidak lengkap.

Sebagian kecil negara telah melakukan pengujian yang agresif. Hasilnya, semakin banyak pengujian yang dilakukan, semakin banyak kasus yang ditemukan. 

Di Jepang, jumlah kasus virus corona relatif kecil. Negara ini hanya melakukan 500 pengujian pada setiap satu juta orang.

Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran bahwa virus dapat menyebar tanpa terdeteksi.

Sebaliknya, di Korea Selatan, pengujian dilakukan terhadap lebih dari 8.000 orang setiap harinya dan Norwegia sebanyak sekitar 17.000 pengujian.

Puncak pandemi
Pihak berwenang maupun ahli sering mengatakan tentang puncak pandemi ketika negara meratakan kurva. 

Namun, apa yang dimaksud puncak pandemi dan bagaimana dapat dipastikan bahwa puncak tersebut telah dilewati?

Ketika sebuah pandemi berkembang tanpa terkendali, akan lebih banyak orang terinfeksi dan lebih banyak orang meninggal setiap harinya daripada hari-hari sebelumnya. 

Italia melaporkan peningkatan infeksi dari beberapa ratus infeksi baru pada awal Maret menjadi lebih dari 6.500 infeksi pada 21 Maret 2020.

Akselerasi ini tidak dapat terus terjadi tanpa batas waktu. Selain itu, Italia juga memperketat jarak fisik yang memperlambat penyebaran virus. 

Setelah hampir dua minggu, tampak jelas bahwa Italia melewati titik balik. 

Pada grafik, kurva harian kasus baru telah berubah dari naik ke atas menjadi bergerak ke samping atau rata dan bahkan mulai bergerak ke bawah.

Sementara itu, hasil penelitian secara umum yang telah dilakukan oleh beberapa pihak seperti Badan Intelijen Negara (BIN), Pusat Permodelan Matematika dan Semulasi (P2MS) Institut Teknologi Bandung (ITB), Ilmuwan Pengenalan Pola dari Pemda DIY, Tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI), Ilmuwan Matematika UNS hingga gabungan tim dari UGM, juga menunjukkan prediksi serupa. 

Periode kritis diprediksi terjadi pada minggu kedua bulan April hingga awal Mei 2020 di mana tingkat pertambahan harian akan meningkat cukup tajam

Adapun pemulihan diprediksi paling cepat dari 110 hingga 150 hari.

Memahami Apa Itu Puncak Pandemi, Pengujian, dan Tingkat Kematian

Posting Komentar